Senin, 22 September 2014

SISTEM KERJA CAM dan CONTOH APLIKASINYA

CAM - Computer Aided Manufacturing


CAM. Adalah kependekan dari Computer Aided Manufacturing. Artinya proses manufaktur yang dibantu oleh komputer. CAM ini berhubungan erat dengan istilah yang namanya NC, Numerical Control.
NC adalah suatu interface yang memungkinkan suatu mesin beroperasi dengan pergerakan yang diatur oleh sebuah bahasa program. Biasanya interface ini diterapkan pada mesin-mesin produksi, seperti mesin milling (frais), bubut (lathe/turning), gerinda, bor, EDM, wirecut, dan lain-lain. Dengan adanya interface NC, kita bisa membuat kalimat-kalimat (dalam bahasa program) yang berisi kumpulan perintah yang akan dipatuhi oleh mesin tersebut. Sebelum ada program CAM, kita membuat kalimat-kalimat program tersebut dengan mengetikannya secara manual. Bagaimana jika kita harus membuat kalimat program dalam jumlah ribuan baris secara manual? Ya pasti cape dong, ngga usah nanya ke saya itu mah…. :) . Namun dengan adanya program  CAM, kendala tersebut bisa teratasi, karena pembuatan program NC menjadi sangat sederhana dan akurat (bukan artinya mudah lho ya..). Perbandingan antara NC  manual dengan CAM bisa di analogikan dengan penulisan program tahun 90-an dengan menggunakan bahasa Pascal atau Dbase atau bahasa C dengan penulisan program dengan menggunakan Microsoft Visual Basic sekarang. Yang pernah menulis program menggunakan Pascal pasti mengerti betul analogi ini.

SurfCAM
SurfCAM adalah program CAM yang diciptakan oleh sebuah perusahaan bernamaSurfware.Inc, berlokasi di California negrinya kang Barrack Obama sana. SurfCAM versi pertama dirilis sejek tahun 1987, dan kemudian merilir versi-versi berikutnya di kemudian tahun, namun mulai menarik perhatian sejak tahun 2007, setelah mereka menerapkan inovasi metoda yang baru pada proses permesinan berbasis NC. Sebelum tahun 2007, program mereka hampir tidak ada bedanya dengan program-program CAM lain, dengan sedikit kelebihan dan kekurangannya. Namun pada tahun 2007  mereka merilis program SurfCAM dengan metoda andalannya yaitu Truemill. Truemill adalah suatu metoda cutting pada proses milling dengan pendekatan yang sama sekali berbeda dengan program CAM lain. Begitu berbedanya sehingga pihak surfware mematenkan metoda tersebut dan tidak akan dapat ditiru oleh pembuat software CAM lain. Dengan metoda baru ini, mereka mengklaim dapat meningkatkan kecepatan potong (feeding) dengan cara menstabilkan beban potong pada cutter milling pada batasan beban tertentu, sehingga kita tidak perlu khawatir cutter akan kelebihan beban yang akan mengakibatkan umur cutter yang cepat tumpul atau bahkan patah prematur. Dengan memastikan cutter tidak melewati batas beban, CAM programmer dapat men-set pergerakan cutter pada kecepatan yang optimal/maksimal. Pengalaman saya membuktikan metoda ini memang dapat mengingkatkan kinerja mesin dari segi kecepatan produksi.


Bagaimana cara SurfCAM membatasi beban kerja cutter milling? Yaitu dengan membatasi sudut kontak cutter terhadap benda kerja selama proses pemotongan berlangsung. Mereka menyebutnya dengan istilah TEA, Tool Engagement Angle. Kita tinggal memasukan besaran TEA maksimal pada program SurfCAM, maka SurfCAM secara matematis akan membuat Toolpath (jalan pergerakan cutter) dengan mematuhi batasan sudut kontak cutter dengan benda kerja yang telah ditetapkan tersebut. Bentuk toolpath-nya jadi sedikit aneh, semrawut, pola pergerakannya hampir tidak terlihat, dan panjang total toolpath menjadi jauh lebih panjang dari metoda pemotongan standar, namun dengan kecepatan yang jauh lebih tinggi, total waktu produksi menjadi lebih singkat. Darimana kita tahu besaran TEA yang optimal? Tergantung dari jenis bahan benda kerja. SurfCAM mengeluarkan tabel standar TEA yang optimal untuk setiap jenis bahan benda kerja yang kita gunakan.

Contoh dalam aplikasi :
Misal benda kerja berbahan aluminum, menggunakan mesin milling CNC Mazak. Dengan Endmill Cutter carbide berdiameter Ø12mm, pada kecepatan putar spindle 12000rpm, dengan TEA 120° sanggup memotong benda dengan kecepatan potong (feed rate) hingga 10.000mm per menit dengan kedalaman 12mm! Sukar dipercaya? Saya belum sampai nyoba secepat itu, tapi pernah mecoba dengan setengah kecepatan tersebut, dan hasilnya memang bagus. Kecepatan 10.000MMPM tersebut merupakan kecepatan maksimal, di mana mesin CNC masih sangat bagus, endmill cutternya juga kondisi baru. Jadi kalau mesinnya agak jadul ya jangan terlalu memaksakan dengan kecepatan makimal tersebut J. Beda merk mesin juga berpengaruh pada kecepatan potong maksimal, karena rigiditas (kestabilan/kekokohan) mesin berbeda untuk setiap merknya.


Di bawah ini adalah contoh toolpath yang dihasilkan oleh metoda truemill, dan dibandingkan dengan metoda yang umum digunakan, yaitu 2 axis pocketing;
Di atas adalah gambar geometri dari contoh benda yang akan kita buat. Gambar sebelah kanan atas merupakan contoh model jadi..
Garis-garis hijau yang mengelilingi kontur luar dari benda merupakan toolpath hasil dari proses 2 axis pocketing (menu umum dalam pemrograman CAM). Terlihat garisnya sangat rapi dan terpola
Gambar di atas merupakan hasil toolpath dari metoda truemill. Terlihat jelas perjalanan cutter simpang siur dan jelimet. Namun itu karena surfacam memastikan bahwa selama perjalanannya, sudut kontak cutter endmill dengan benda kerja tidak pernah melewati angka TEA yang kita tetapkan (dalam contoh ini yaitu 120° – karena itulah angka yang disarankan untuk pemotongan benda berbahan aluminum)
Toolpath hasil pocketing



Toolpath hasil truemill

Tidak ada komentar:

Posting Komentar